Post ADS 1
Post ADS 1

Manajemen Talenta ASN Lebih Unggul dari Seleksi Terbuka, Kuningan Mulai Terapkan Sistem Baru


KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi memulai implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis memperkuat reformasi birokrasi berbasis sistem merit. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Bupati, Komplek Islamic Center, Senin (15/09).


Siapkan Pemimpin Masa Depan


Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan pentingnya manajemen talenta sebagai fondasi kaderisasi kepemimpinan birokrasi di daerah.


“Masa depan Kuningan perlu diisi oleh talenta terbaik, bukan sekadar administratif. Dengan manajemen talenta, kita menyiapkan sosok yang kompeten, inovatif, transparan, dan akuntabel untuk menjawab tantangan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal,” ungkapnya.


Ia menekankan bahwa praktik birokrasi modern harus meninggalkan pola lama yang hanya menekankan aspek administratif, dan beralih pada pola meritokrasi yang menempatkan kualitas dan kompetensi di atas segalanya.




BKN Perkenalkan 8 Kebijakan Baru


Kepala Kantor Regional BKN Bandung, Wahyu, S.Kom., M.A.P., menambahkan bahwa manajemen talenta adalah instrumen penting dalam mencetak ASN profesional. BKN bahkan telah meluncurkan delapan kebijakan baru, mulai dari percepatan kenaikan pangkat, uji kompetensi jabatan fungsional hingga 12 kali setahun, hingga pemisahan peran BKN dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) untuk menjaga objektivitas.


“Dengan sistem ini, ASN memiliki jalur karier yang lebih jelas dan peluang berkembang yang lebih besar. Semua berbasis kompetensi dan kinerja,” ujarnya.


Bukan Hanya Sistem, Tapi Budaya Kerja Baru


Senada dengan itu, Pj. Sekda Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar sistem digital atau database.


“Yang lebih penting adalah perubahan budaya kerja. ASN harus diberi ruang berkembang sesuai potensinya. Dengan manajemen talenta, pengisian jabatan lebih transparan dan berbasis meritokrasi, sehingga kepercayaan publik terhadap birokrasi semakin kuat,” tegasnya.



Lebih Unggul dari Seleksi Terbuka (open bidding)


Dibandingkan dengan mekanisme seleksi terbuka (open bidding), manajemen talenta dianggap lebih efisien dan strategis. Proses berbasis talent pool memungkinkan percepatan pengisian jabatan sekaligus menghemat biaya karena hanya membutuhkan asesmen. Selain itu, orientasi sistem ini bersifat jangka panjang dengan menyiapkan suksesi sejak dini melalui pelatihan, coaching, dan mentoring.


Mekanisme ini juga menitikberatkan pada rekam jejak kinerja, kompetensi, integritas, dan moralitas, sehingga mampu menutup ruang praktik KKN dalam rotasi dan promosi jabatan.


Dengan implementasi awal ini, Pemkab Kuningan menargetkan tercapainya birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap transformasi digital. Lebih jauh, manajemen talenta diharapkan menjadi motor penggerak percepatan visi-misi kepala daerah sekaligus memperkuat pelayanan publik yang responsif dan akuntabel.


.RedVox

banner